D
|
Rabu, 08 Mei 2013
EVOLUSI
BUDAYA
alam pembahasan
tentang pengetahuan dengan evolusi
budaya dimana secara global definisi
dari Evolusi secara mendasar adalah perubahan (pertumbuhan,perkembangan)
secara berangsur-angsur dan secara bertahap . bila dilihat secara perspektif jaman akan
terus berkembang dan berubah sama halnya jika kita membicarakan teknologi maka
dalam unsurnya ada sebuah benang merah yang terikat antara budaya dan teknologi
keduanya memiliki unsur yang berbeda tapi dalam perkembangannya sangat cepat
bila kita melihat dari segi pandang kita , memang secara evolusionisme telah
menjadi sarana bagi budaya-budaya dalam hal perubahan kita lihat saja seperti
contohnya jaman sekarang bila melihat kerajinan batik , dari jaman abad 21
batik sudah menjadi pakaian sehari-hari dalam khas masyarakat jawa atau
sekitarnya tapi dalam kian waktu yang terus berputar kini batik sudah menjadi
tren dunia dalam bidang Fashion , dimana Batik bukan lagi digunakan dalam
pemakaian baju dan celana saja tapi sudah berkembang dalam hal Tas Batik ,
Sepatu Batik bahkan lebih terbarunya adalah teknologi yang mungkin batik sudah
menjadi aplikasi dalam ponsel maupun komputer dalam membuat desain grafis Batik
dalam hal pemanfaatannya .
Evolusi kebudayaan ini berlangsung sesuai dengan perkembangan budi daya
atau akal pikiran manusia dalam menghadapi tantangan hidup dari waktu ke waktu.
Proses evolusi untuk tiap kelompok masyarakat di berbagai tempat berbeda-beda,
bergantung pada tantangan, lingkungan, dan kemampuan intelektual manusianya
untuk mengantisipasi tantangan tadi.
Masa dalam kehidupan manusia dapat kita bagi dua, yaitu masa prasejarah
(masa sebelum manusia mengenal tulisan sampai manusia mengenal tulisan) dan
masa sejarah (masa manusia telah mengenal tulisan). Data-data tentang masa
prasejarah diambil dari sisa-sisa dan bukti-bukti yang digali dan
diinterpretasi. Masa sejarah bermuda ketika adanya catatan tertulis untuk
dijadikan bahan rujukan. Penciptaan tulisan ini merupakan satu penemuan
revolusioner yang genios. Bermula dari penciptaan properti dan lukisan objek,
seperti kambing, lembu, wadah, ukuran barang, dan sebagainya; diikuti dengan
indikasi angka; kemudian diikuti simbol yang mengindikasikan transaksi, nama,
dan alamat yang bersangkutan; selanjutnya simbol untuk fenomena harian,
hubungan antara mereka, dan akhirnya intisari, seperti warna, bentuk, dan
konsep.
Ada dua produk revolusioner hasil
dari akal manusia dalam zaman prasejarah, yaitu:
a.
Penemuan roda untuk transportasi,
pada mulanya roda digunakan hanya untuk mengangkat barang berat di atas sebuah
pohon. Kemudian, roda disambung dengan kereta, lalu berkembang menjadi mobil
seperti saat ini.
b. Bahasa adalah suara
yang diterima sebagai cara untuk menyampaikan pikiran seseorang kepada orang
lain. Ketika tanda-tanda diterima sebagai representasi dan bunyi-bunyi arbitrer
yang mewakili ide-ide, masa prasejarah pun beralih ke masa sejarah tertulis.
Mengenai masa prasejarah ini, ada
dua pendekatan untuk membagi zaman prasejarah, yaitu:
1. Pendekatan berdasarkan hasil
teknologi, terdiri dari zaman batu tua (paleolitikum), zaman batu tengah/madya
(Mesolitikum), dan zaman batu baru (Neolitikum)
2. Pendekatan berdasarkan model
social ekonomi atau mata pencaharian hidup yang terdiri atas:
a. Masa berburu
dan mengumpulkan makanan, meliputi masa berburu sederhana (tradisi Paleolit) dan masa berburu tingkat lanjut (tradisi Epipaleolitik).
b. Masa bercocok tanam, meliputi tradisi Neolitik dan Megalitik.
c. Masa kemahiran teknik atau perundagian,
melliputi tradisi semituang besi.
Manusia berkembang dari homo menjadi
human karena kebudayaan dan peradaban yang diciptakannya.
Sedangkan untuk sejarah kebudayaan di Indonesia, R.
Soekmono (1973), dibagi menjadi empat masa, yaitu:
1. Zaman prasejarah, yaitu sejak permulaan adanya manusia dan kebudayaan sampai kira-kira
abad ke-5 masehi.
2. Zaman purba, yaitu sejak datangnya pengaruh India pada abad pertama Masehi sampai dengan
runtuhnya Majapahit sekitar tahun 1500 Masehi.
3. Zaman madya, yaitu sejak datangnya pengaruh Islam menjelang akhir kerajaan Majapahit
sampai dengann akhir abad ke-19.
4. Zaman baru/modern, yaitu sejak masuknya anasir Barat (Eropa) dan teknik modern kira-kira tahun
1900 sampai.
Peradaban tidak lain adalah perkembangan kebudayaan
yang telah mendapat tingkat tertentu yang diperoleh manusia pendukungnya. Taraf
kebudayaan yang telah mencapai tingkat tertentu tercermin pada pendukungnya
yang dikatakan sebagai beradab atau mencapai peradaban yang tinggi. Jadi,
evolusi kebudayaan bisa mencapai sampai pada taraf tinggi yaitu: peradaban.
Peradaban merupakan tahapan dari evolusi budaya
yang telah berjalan bertahap dan berkesinambungan, memperlihatkan karakter yang
khas pada tahap tersebut, yang dicirikan oleh kualitas tertentu dari unsur
budaya yang menonjol, meliputi tingkat ilmu pengetahuan, seni, teknologi, dan
spiritualitas yang tinggi. Sebagai contoh, peradaban Mesir Kuno tercermin dari
hasil budaya yang tinggi dalam sosok bangunannya (piramid, obeliks, spinx) yang
terkait dengan ilmu bangunan, tulisan, serta gambar yang memperlihatkan tahap
budaya. Contoh lainnya, tentang peradaban Cina Kuno, yang juga menampakkan
tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi dalam hal tulisan yang menjadi
ciri budaya setempat. Peradaban kuno di Indonesia menghasilkan berbagai
bangunan seni yang bernilai tinggi, seperti Candi Borobudur, Prambanan, dan
lain-lain.
Peradaban bangsa di Indonesia dimulai sejak masa
kemahiran teknik atau zaman perundagian. Zaman perundagian terdiri dari dua
masa, yaitu tradisi seni tulang perunggu dan tradisi tuang besi. Meskipun saat
itu masih zaman prasejarah (masa sebelum mengenal tulisan), namun telah
mengenal teknologi terbatas dan sederhana, yaitu pada upaya pemenuhan peralatan
yang dibutuhkan masyarakat Indonesia dalam kehidupannya yang sudah mulai
menetap. Di Indonesia, penggunaan logam sudah mulai dikenal
beberapa abad sebelum masehi. Mereka menggunakan peralatan dari logam, seperti
peralatan berburu, bercocok tanam, peralatan rumah tangga, dan lain-lain,
tetapi tidak semua masyarakat dapat membuat peralatan itu. Membuat peralatan
dari logam membutuhkan keahlian. Orang yang ahli membuat peralatan logam
disebut undagi, tempat pembuatannya disebut perundagian. Beberapa contoh alat
dari perunggu adalah kayak corong, nekara, bejana perunggu. Alat-alat ini
ditemukan diberbagai daerah di Indonesia.
Peradaban bangsa Indonesia semakin maju dan
berkembang estela datangnya pengaruh Hindu dan Budha ke Indonesia. Pengaruh
tulisan dari budaya Hindu Budha membawa dampak besar bagi peradaban Indonesia,
yaitu memasuki masa sejarah (masa mengenal bahasa tulis). Salah satu hasil budaya
tulis di Indonesia adalah prasasti. Huruf yang dipakai dalam prasasti yanng
ditemukan Sejak tahun 400M adalah Pallawa dan bahasa Sanksekerta. Kemampuan
baca tulis masyarakat Indonesia lama-kelamaan berpengaruh dalam bidang
kesustraan, yaitu munculnya banyak kitab-kitab kuno ini dapat ditelusuri
peradaban bangsa Indonesia terutama dalam masa kerajaan. Peradaban bangsa
semakin berkembang dengan masuknya pengaruh Islam dan masuknya pengaruh Islam
dan masuknya peradaban bangsa Barat Eropa, termasuk pengaruh agama Kristen
Katolik. Dewasa ini, pengaruh peradaban global semakin kuat akibat kemajuan
bidang komunikasi dan informasi.
Pada akhir abad ke-19 mulai timbul
kecaman-kecaman terhadap cara berfikir dan cara bekerja para sarjana penganut
evolusi kebudayaan. Kecaman mulai menyerang detail dan unsure-unsur tertentu
dalam berbagai karangan dari para penganut teori-teori tersebut, kemudian
meningkat menjadi serangan-serangan terhadap konsepsi dasar dari teori-teori
tentang evolusi kebudayaan manusia.
Pengumpulan bahan keterangan baru, terutama
sebagai hasil penggalian-penggalian serta bertambah banyaknya
aktivitas-aktivitas penelitian para ahli antropologi sendiri. Dengan demikian
mulai tampak bahwa tingkat-tingkat evolusi para penganut teori-teori evolusi
dari para penganut teori-teori evolusi kebudayaan itu hanya merupakan
konstruksi-konstruksi pikiran saja, yang tidak sesuai dengan kenyataan dan yang
lama-kelamaan tidak dapat di pertahnkan lagi.
Pada permulaan abad ke-20 hampir tidak ada lagi karya antropologi berdasarkan
konsep evolusi. Hanya kira-kira sekitar 1930 tampak adanya
penelitian-penelitian antroplogi berdasarkan konsep-konsep itu di Uni Soviet.
Dalam tahun 1940-an muncul beberapa ahli antropologi Inggris dan Amerika yang
menghidupakan lagi konsep-konsep mengenai teori evolusi kebudayaan., tetapi
yang sama bagi semua bangsa di dunia.
Menurut Munandar Sulaiman,
latar belakang terjadinya evolusi budaya, yaitu:
a. Jarak komunikasi antarkelompok etnis
b.
Pelaksanaan pembangunan
c.
Keamjuan IPTEK
Evolusi budaya dapat mendorong kea rah perbaikan dan peningkatan kualitas
dari:
a.
Pola hidup tradisional menjadi
pola hidup modern
b.
Pola hidup sederhana menjadi
pola hidup modern
c.
Pola hidup makmur menjadi pola
hidup makmur dan sehat
Kemampuan kerja berbasis fisik menjadi kemampuan kerja berbasis keahlian
dan keterampilan yang didukung teknologi
·
Dampak Evolusi Budaya
Perubahan budaya dapat berakibat positif, yaitu memperkaya nilai-nilai
kehidupan yang sudah ada, mendorong kea rah kemajuan dan menyejahterakan
kehidupan masyarakat. Perubahan budaya dapat pula berakibat negatif, yaitu
merusak nilai-nilai kehidupan yang sudah ada, menghambat kemajuan, memperburuk
sendi-sendi kehidupan, dan merugikan masyarakat sehingga terjadi krisis
kemasyarakatan.
·
Peradaban dan Perubahan Sosial
Perwujudan budaya dapat menekankan oada akal (rasio) saja atau menekankan
pada semua unsur akal, nurani, dan kehendak sebagai satu kesatuan yang utuh.
Perwujudan budaya yang didasarkan pada akal (rasio) tanpa mengindahkan nurani
akan menimbulkan tentang peradaban (civilization) dan kebudayaan (culture).
·
Wujud-Wujud Peradaban (Nilai,
Moral, Norma, Etika, dan Estetika)
a. Nilai
Menilai berarti mempertimbangkan untuk menentukan apakah sesuatu itu
bermanfaat atau tidak, hasil penilaian disebut nilai (value)
b.
Moral
Moral adalah kebiasaan berbuat baik disebut perbuatan moral atau susila.
Moral bersifat kodrati, artinya manusia sejak diciptakan dibekali dengan
sifat-sifat baik, jujur, dan adil. Orang dikatakan bermoral apabila dapat
mewujudkan kodratnya untuk berfungsi berbuat baik, jujur, dan adil dalam
tindakannya.
c.
Norma
Norma adalah suatu aturan yang berlaku, bersifat mengikat, norma diperlukan
dalam menuntun sikap dan tingkah laku manusia.
d.
Etika
Istilah etika berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu etika yang berarti
adat kebiasaan atau akhlak yang baik. Etika adalah ilmu tentang kebiasaan yang
baik berupa perilaku.
e.
Estetika
Estetika adalah ilmu yang mengkaji tentang sifat estetis suatu objek dan
merupakan bagian dari ilmu filsafat yang menelaah dan membahas aspek-aspek
keindahan sesuatu, yaitu mengenai rasa, sifat, norma, cara menanggapi, dan cara
membandingkannya dengan menggunakan penilaian perasaan.
·
Tradisi, Modernisasi, dan
Masyarakat Madani
Tradisi adalah suatu kebiasaan, suatu
kepercayaan yang sudah sangat mendarah daging pada suatu masyarakat, yang
apabila tidak dilaksanakan atau menyimpang akan mengakibatkan suatu kejelekan.
Secara historis, modernisasi merupakan suatu proses perubahan yang menuju
pada tipe-tipe sistem sosial, ekonomi, dan politik yang telah berkembang di
Eropa Barat dan Amerika Utara pada abad ke-17 sampai abad ke-19.
·
Ketenangan, Kenyamanan,
Ketenteraman, dan Kedamaian sebagai Makna Hakiki Manusia yang Beradab
Dalam kehidupan manusia disadari bahwa yang benar yang indah atau baik, dan
berguna akan menciptakan kebahagiaan dan kenyamanan bagi semua orang.
Sebalikmnya, manusia menyadari bahwa yang salah adalah yang buruk dan tidak
berguna serta membuat orang merasa tidak nyaman.
·
Peradaban dan Problematikanya
bagi Kehidupan Manusia
Kemajuan Media Komunikasi bagi Adab dan Peradaban
Manusia dimanapun berada dia akan selalu berpengharapan dan berusaha
merasakan nikmatnya kedua jenis kehidupan yaitu kehidupan material dan
spiritual.
Kemajuan IPTEK bagi Adab dan Peradaban Manusia
Dengan majunya IPTEK, cara atau pola piker manusia akan lebih maju atau
modern tetapi harus dibarengi dengan adab atau peradaban yang baik agar
berdampak positif.
Pertumbuhan dan Perkembangan Demografi terhadap Adab dan Peradaban Manusia
Demografi adalah studi ilmiah yang menyangkut masalah kependudukan, terutama dalam
kaitannya dengan jumlah, struktur, maupun perkebangannya. Natalitas,
mortalitas, gerak territorial, dan mobilitas sosial dapat menimbulkan
problematika bagi kehidupan manusia, antara lain:
ü Natalitas (kelahiran)
Tingkat
kelahiran yang tinggi dapat menyebabkan kepadatan penduduk, sulit mencari
lapangan pekerjaan, dan banyaknya pengangguran.
ü Mortalitas (kematian)
Tinggi
rendahnya tingkat kematian penduduk tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan pen duduk, namun juga merupakan ukuran tinggi rendahnya kesehatan penduduk.
ü Gerak Teritorial (Migrasi)
Migrasi dapat menyebabkan tidak meratanya jumlah pertumbuhan penduduk.
ü Mobilitas Sosial
Contohnya adalah mobilitas sirkuler yang terjadi karena tekanan penduduk yang
tinggi di daerah pedesaan dan tidak cukup tersedianya lapangan pekerjaan di
luar sektor pertanian.
·
Referensi
id.termwiki.com/ID:cultural_evolution
“evolusi budaya dan peradaban manusia”
Senin, 29 April 2013
LINGKUP KAJIAN DAN
TUJUAN
A.
LINGKUP KAJIAN ILMU SOSIAL BUDAYA
DASAR (ISBD)
1.
Kelompok ilmu pengetahuan
U
|
ntuk
memahami ilmu sosial budaya dasar termasuk kelompok ilmu pengetahuan yang mana
, perlu dipahami lebih dahulu pengelompokan ilmu pengetahuan, prof. Dr. Harsja
Bachtiar (1981) mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dapat dikelompokan menjadi 3 (tiga) kelompok
besar, yaitu kelompok ilmu alamiah (natural sciences), kelompok ilmu sosial
(social sciences), dan kelompok pengetahuan budaya (the humanities).
a.
Kelompok alamiah
Kelompok
alamiah bertujuan untuk memahami keteraturan yang terdapat dalam alam semesta.
Untuk mengkaji hal itu ,maka digunakan metode ilmiah. Caranya adalah menentukan
hukum yang berlaku mengenai keteraturan itu, kemudian dibuat analisis guna
menentukan suatu kualitas .hasil analisis ini
kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi,hasil
penelitiannya 100 % (seratus persen) benar atau 100 % salah. Termasuk kelompok
ilmu alamiah, antara lain adalah astronomi, fisika,kimia,biologi, kedokteran,
dan mekanika.
b.
Kelompok ilmu sosial
Kelompok
ilmu sosial bertujuan untuk memahami keteraturan yang terdapat dalam hubungan
antar manusia. Untuk mengkaji hal itu ,maka digunakan metode ilmiah sebagai
pinjaman dari ilmu alamiah. Akan tetapi hasil penelitiannya tidak mungkin 100 %
benar hanya mendekati kebenaran dan tidak pula 100% salah. Sebabnya adalah
keteraturan dalam hubungan antar manusia itu dapat berubah dari waktu ke waktu.
Termasuk kelompok ilmu sosial antara lain adalah ekonomi ,sosiologi ,politik,
demografi, psikologi, antropologi sosial, dan sosiologi hukum.
c.
Kelompok pengetahuan budaya
Bertujuan
untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi.
Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa dan pernyataan yang bersifat unik, kemudian
diberi arti . peristiwa dan pernyataan itu pada umumnya tedapat dalam
tulisan-tulisan. Metode ini tidak ada sangkut pautnya dengan metode ilmiah.
Berdasarkan ilmu dan pengetahuan jika melihat satu sisi illmu budaya dasar
termasuk kelompok ilmu sosial dan disisi lain termasuk kelompok pengetahuan
budaya. Oleh karna itu metode pendekatannya menggunakan pendekatan gabungan
(combined approach) yaitu disisi pendeketan terhadap manusia makhluk sosial dan
interaksi dalam kelompok sosialnya, disisi lain pendekatan terhadap manusia
makhluk budaya dan kemanusiaan.
Manusia
makhluk sosial (zoon politicion) adalah kodrat, yaitu manusia sebagai individu
tidak akan hidup sendiri dan berkembang sempurna apabila tidak hidup bersama
dengn individu manusia lainnya. Sejak lahir manusia sudah harus hidup bersama,
setidaknya dengan ayah dan ibu yang memelihara dan melindunginya. Dengan kata
lain ,manusia harus hidup bermasyarakat. Hidup bermasyarakat artinya saling
berhubungan dan berinteraksi satu sama lain dalam kelompoknya dan juga terhdapa
individu diluar kelompoknya guna memperjuangankan dan memenuhi kepentingan
hidupnya.
Disis
lain manusia makhluk budaya adalah juga kodrati, artinya sejak lahir sudah
menjadi makhluk paling sempurna karena dibekali oleh sang pencipta dengan
akal,perasaan , kehendak yang membedakannya dengan makhluk hewan. Dalam
hubungannya tersebut, manusia mempertimbangkan man yang benar dan salah , mana
yang baik dan buruk, serta mana yang bermamfaat dan merugikan . pertimbangan
ini merupakan awal terjadinya suatu sistem nilai budaya yang menjadi norma
kehidupan bersama.
2.
Dua Unsur Utama
ilmu
sosial budaya dasar merupakan satu mata kuliah yang termasuk mata kuliah umum
yang diajarkan dilingkungan perguruan tinggi. Mata kuliah ini terdiri dari 2
(dua) unsur utama yaitu unsur sosial budaya dan unsur kemanusiaan (humaniora).
Unsur sosial budaya meliputi tema mengenai manusia makhluk sosial (zoon
politicon) dan perkembangan kebudayaan. Unsur ini meliputi kajian berikut :
a. Bentuk kelompok sosial budaya
b. Kebudayaan dan peradaban
c. Sisten nilai budaya dan pandangan
hidup
d. Perubahan sistem nilai budaya
e. Akibat perubahan sistem nilai budaya
Unsur kedua adalah
kemanusiaan(humaniora)unsur ini meliputi tema mengenai manusia makhluk budaya
dan nilai kemanusiaan. Unsur ini meliputi kajian berikut :
a. Hakikat manusia sama (universal)
b. Kebutuhan hidup manusia
c. Sikap dan perilaku manusia
d. Kehidupan manusiawi dan tidak
manusiawi
e. Upaya-upaya memanusiakan manusia
3. TUJUAN ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR (ISBD)
1.
Tujuan umum
Secara
umum, ilmu sosial budaya dasar bertujuan untuk mengembangkan kepribadian
manusia sebagai makhluk sosial (zoon policon) dan sebagai makhluk budaya ( homo
humanus). Tujuan umum ilmu sosial budaya dasar (ISBD) mengandung 3 (tiga)
rumusan utama yaitu :
a. Pengembangan kepribadian manusia
sebagai makhluk sosial dan makhluk budaya.
b. Kemampuan menanggapi secara kritis
dan berwawasan luas masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya.
c. Kemampuan menyelesaikan secara halus,
arif, dan manusiawi masalah-masalah tersebut.
Manusia
makhluk budaya (homo humanus) artinya msnudis itu makhluk ciptaan tuhan yang
paling sempurna karena sejaklahir sudah dibekali dengan unsur akal (ratio),
rasa (sense) dan karsa ( will,wish).
2.
Tujuan khusus
Disamping
tujuan umum, ilmu sosial buday adasar secara khusus bertujuan untuk :
a. Mempertajam kepekaan terhadap sosial
budaya dan lingkungan sosial budaya terutama untuk kepentingan profesi
b. Memperluas pandangan tentang masalah
sosial budaya dan masalah kemanusiaan serta mengembangkan kemampuan daya kritis
terhadap kedua masalah tersebut.
c. Menghasilkan calon pemimpin bangsa
dan negara yang tidak bersifat kedaerahan.
d. Meningkatkan kesadaran terhadap nilai
manusia dan kehidupan manusiawi
e. Membina kemampuan berfikir dan
bertindak objektif untuk menangkal pengaruh negatif.
a.
Peka terhadap sosial budaya dan
lingkungan sosial budaya
Ilmu
sosial budaya dasar untuk mempertajam kepekaan terhadap sosial budaya dan
lingkungan sosial budaya terutam untuk kepentingan profesi. Setiap peristiwa sosial budaya yan unik dan
mencolok cepat ditanggapi dan diupayakan penyelesaiannya. Dan terutama dalam
hal yang unik dan mencolok umumnya menyangkut kepentingan umum dan nasib orang
banyak , antara lain peristiwa korupsi, peledakan bom, pengeplosan bahan bakar
minyak, peredaran narkoba , dan pembuatan maksiat. Dihubungkan dengan
kepentingan profei sebagai pelayan masyarakat seperti muncul lembaga swadaya
masyarakat (LSM) , Lembaga bantuan hukum indonesia (LBHI), Indonesia corruption
watch (ICW) , dan masih banyak lagi lembaga-lembaga diindonesia . dari semua
lembaga mereka menanggapi secara kritis , memberika bukti kepada dan mendesak
pemerintah agar menindak tegas
pelaku-pelaku tidak manusiawi.
KELUARGA DAN FUNGSI KELUARGA
A.
KELUARGA INTI DAN KELUARGA BESAR
1.
Konsep keluarga inti
Salah
satu alasan mendasar terbentuknya keluarga adalah pemenuhan kenbutuhan biologis
manusia, dalam bentuk perkawinan adalah antara 2 (dua) makhluk manusia yang
berlainan jenis kelamin , yaitu pria dan wanita. Kedua pihak tersebut saling
membutuhkan , maka mereka saling mencari dan saling bertemu sehingga tumbuhlah
benih kasih sayang, saling mencintai dan saling melindungi. Hubungana kasih
sayang ini kemudian diwujudkan dalam
ikatan perkawinan yang sesuai dengan norma kehidupan dan aturan hukum yang berlaku.
Dalam
ikatan perkawinan mereka, pria berstatus sebagai suami yang berfungsi sebagai
kepala keluarga , sedangkan wanita
berstatus sebagai ibu rumah tangga . ikatan suami dan istri merupakan
titik awal suatu kelahiran anak sebagai anggota keluarga dan sekaligus sebagai
penerus generasi dari ikatan yang sudah terbentuk itu . jadi yang dimaksud
dengan keluarga adalah ‘kesatuan antara suami sebagai ayah, dan istri sebagai
ibu , serta anak sebagai keturunan mereka.” Keluarga dalam ini disebut
‘keluarga inti” (kern familie) atau keluarga dalam arti sempit.
2.
Konsep keluarga besar
Keluarga
besar merupakan perluasan dari keluarga inti yang tetap didasarkan pada ikatan
perkawinan dan hubungan darah , mereka yang menjadi anggota keluarga besar atas
dasar :
a.
Ikatan
perkawinan keluarga inti , yaitu ayah dan ibu mertua, kakek dan nenek mertua,
paman dan ibu mertua, kakak dan adik ipar serta cucu mertua.
b.
Hubungan
darah, yaitu ayah dan ibu kandung, kakek dan nenek kandung, paman dan ibu
kandung, kakak dan ibu kandung serta cucu kandung.
Konsep
keluarga besar ini umumnya dianut di negara-negara timur seperti cina ,jepang ,
indonesia , malaysia , brunei darussalam dan negara lainnya . ada beberapa
hubungan pengikat yang lain adalah :
a. Asal etnis (suku , daerah asal)
b. Sejarah leluhur (garis keturunan)
c. Pandangan hidup (ideologi)
d. Agama dan kepercayaan (religi)
e. Tradisi atau adat istiadat
f.
Solidaritas
dan saling kebergantungan
Beberapa
hubungan tersebut didasari berbagai faktor sosial yang mengakibatkan mereka
tetap merasa dalam ikatan keluarga besar. Faktor faktor sosial tersebut ,
antara lain :
a. Faktor sosial psikologis yaitu rasa
kasih sayang yang sudah tertanam , tidak mau berpisah dari kelompok .
b. Faktor sosial budaya (cara hidup)
c. Faktor sosial ekonomi yaitu
kemiskinan , pekerjaan tidak tetap yang menimbulkan saling ketergantungan.
TIPE-TIPE KELOMPOK SOSIAL BUDAYA
A.
KONSEP KELOMPOK SOSIAL BUDAYA
Kelompok
sosial budaya adalah lingkungan hidup
sosial budaya yang memiliki bentuk , cara hidup , dan tujuan tertentu. Dalam
definisi tersebut dapat dirinci 4 (empat) unsur utama konsep sosial budaya,
atas dasar mana muncul tipe kelompok sosial budaya :
Keempat
unsur utama adalah :
1. Lingkungan sosial budaya
2. Bentuk sosial budaya
3. Cara hidup sosial budaya
4. Tujuan sosial budaya
1.
Lingkungan Sosial Budaya
Lingkungan
sosial budaya adalah sejumlah manusia yang hidup berkelompok dann saling
berinteraksi secara teratur guna memenuhi kepentingan bersama . hidup
bermasyarakat merupakan cara memfungsikan budaya dengan berinteraksi secara
teratur antar sesamanya , sehinggga kepentingan bersama lebih terpenuhi secara
wajar dan sempurna.
2.
Bentuk Sosial Budaya
Setiap
kelompok sosial budaya mempunyai batas-batas yang telah ditentukan berdasarkan tipe kelompok yang membedakannya
dengan kelompok lain. Tipe kelompok dibedakan lagi antara tradisional alamiah modern.
Tipe kelompk tradisional alamiah didasarkan pada kesatuan geografis , ikatan
perkawinan dan hubungan darah, sedangkan tipe kelompok modern didasarkan pada
kepentingan yang sama .
Dengan
demikian , ada 4 (empat) macam tipe kelompok sosial budaya , yaitu :
a. Tipe kelompok sosial budaya
berdasarkan kesatuan geografis
b. Tipe kelompok sosial budaya
berdasarkan ikatan perkawinan dan hubungan darah
c. Tipe kelompok sosial budaya berdasarkan
kepentingan yang sama
d. Tipe kelompok sosial budaya
berdasarkan keahlian profesional
3.
Cara Hidup Sosial Budaya
Cara hidup
sosial budaya artinya sikap, perbuatan, dan tujuan, serta cara pencapaiannya
sudah dipolakan oleh organisasi kelompok dalam seperangkat tuntunan/pedoman
tertulis yang disebut anggaran dasar dan kode etik.
Sistem
nilai budaya diwujudkan dalambentuk gagasan dan perbuatan nyata yang sudah
berpola. Gagasan dapat berupa rencana atau rancangan untuk membuat atau
mengerjakan sesuatu, sedangkan perbuatan nyata berupa kegiatan untuk
menghasilkan suatu ciptaan dan produk budaya.
4.
Tujuan Sosial Budaya
Pada kelompok
sosial budaya tradisional alamiah , tujuan dapat diketahui melalui pola hidup mereka antara lain pola
hidup keluarga , pola hidup desa petani , nelayan , dan daerah aliran sungai .
tujuan setiap sosial budaya berbeda antara satu sama lain ,sesuai dengan tipe
kelompok sosial budaya masing-masing.
Maka tujuan
kelompok sosial budaya pada dasarnya dapat dibedakan atau diklasifikasikan
sebagai berikut :
a. Membentuk dan memelihara persatuan
dan kesatuan hidup bersama secara tertib dan damai serta sejahtera dalam wadah
kesatuan geografis, seperti komunitas desa , komunitas kota.
b. Membentuk dan memelihara kehidupan
rumah tangga bahagia lahir bdan batin dalam wadah ikatan perkawinan dan
hubungan darah.
c. Mewujudkan kesejahteraan bersama,
menghapuskan kemiskinan, membasmi penyakit masyarakat, dan mencegah tindakan
tidak manusiawi dalam wadah kepentingan yang sama.
d. Melayani kepentingan klien atau
konsumen berdasarkan keahlian profesional dalam wadah organisasi profesi.
Dalam kehidupan
manusia disadari bahwa yang benar, yang indah /baik dan berguna/bermanfaat
menciptakan kesenangan , kepuasan , kebahagiaan dan kedamaian bagi semua orang.
Referensi
Edisi revisi “ ilmu
sosial budaya dasar” prof. Abdulkadir
muhammad, S.H.
Langganan:
Postingan (Atom)






