Rabu, 27 November 2013
RESUME KELOMPOK 6
KEPEMIMPINAN
Kepemimpinan bila
diartikan secara keseluruhan adalah proses kebijakan yang mempengaruhi setiap
anggota di organisasinya untuk mencapai tujuan yang dicapai . sifat kepemimpinan
mempunyai peran penting dalam setiap individu untuk menggerakan nurani anggotanya
untuk terus berkontribusi sesuai dengan visi dan misinya.
Adapun tipe-tipe
kepemimpinan yang kita lihat dari perspektifnya , yaitu :
1.
Tipe otokratis
a. Mengandalkan
pada kekuatan/kekuasaan
b. Mengganggap
dirinya paling berkuasa
c. Keras
dalam mempertahankan prinsip
d. Jauh
dari para bawahan
e. Perintah
diberikan secara paksa
2.
Tipe laissez faire
a. Memberi
kebebasan kepada bawahan
b. Pimpinan
tidak terlibat dalam kegiatan
c. Semua
tanggung jawab dan pekerjaan dilimpahkan kepada bawahan
d. Tidak
mempunyai wibawa
e. Tidak
ada koordinasi dan pengawasan yang baik
3.
Tipe paternalistik
a. Pemimpin
bertindak sebagai bapak
b. Memperlakukan
bawahan sebagai orang yang belum dewasa
c. Selalu
memberikan perlindungan
d. Keputusan
ada ditangan pemimpin
4.
Tipe militerlistik
a.
Menggunakan saluran formal dalam
berkomunikasi
b. Menggunakan
sistem komando/perintah
c.
Segala sesuatu bersifat formal
d. Disiplin
yang tinggi , kadang terlihat kaku
5.
Tipe demokratis
a. Berpartisipasi
aktif dalam kegiatan berorganisasi
b. Bersifat
terbuka ( transparan)
c. Bawahan
diberi kesempatan dalam memberikan aspirasi/pendapat
d. Dalam
pengambilan keputusan utamakan musyawarah mufakat
e. Menghargai
potensi individu
Dari
keseluruhan yang sudah kita jelaskan dari pengertian tentang kepemimpinan dan tipe-tipe
dari kepemimpinan dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan sangat memegang peran
penting dalam beroganisasi , meskipun tidak melihat dari tipenya . karna sosok
pemimpin harus bisa mengelola dan meregulasi anggota organisasinya , jika tidak
ada sosok pemimpin dalam organisasi maka akan terjadi problem yang sangat besar
karna tidak adanya panutan dalam memajukan visi misi yang akan di kontribusikan
. dari seluruh tipe yang sudah dijelaskan bahwa di indonesia menggunakan tipe
kepemimpinan demokrasi yang memang dalam sistemnya negara ini adalah negara
demokrasi jadi rakyat bebas untuk mengemukakan pendapatnya ke pemimpin , dari
hal tersebut ada keseimbangan antara pemimpin dengan rakyatnya . tapi yang
menarik adalah tipe otokratis karna tipe ini banyak ditanamkan di pemimpin
negara-negara eropa seperti hitler , berlusconi , dll .
Tapi
dijaman sekarang masih minoritas yang menggunakan tipe tersebut karena semakin
berkembangnya jaman maka rakyatnya pun ingin sosok tipe pemimpin yang bisa
mensejahteraan rakyatnya sesuai dengan pribadi yang dia miliki.
Jumat, 22 November 2013
HUKUM
GANTUNG KORUPTOR
Indonesia memiliki
sistem demokrasi pancasila yang tentu di dalam konteksnya mempunyai beberapa
pasal dan peraturan pada sistem pemerintahan , dimana setiap peraturan
mempunyai detail tersendiri dan pasal memiliki kandungan arti yang berbeda-beda
, termasuk jika kita membahas tentang hukum di indonesia , pada realita yang
terjadi di indonesia hukum masih menjadi warning tersendiri bagi seluruh rakyat
indonesia dalam kehidupan bermasyarakat .
Banyak peristiwa
akhir-akhir ini yang mungkin sudah menjadi penyakit para pejabat di indonesia ,
termasuk anggota DPR atau instansi lainnya yang melakukan korupsi di indonesia
, hal itu pun sangat merugikan bagi bangsa ini dan rakyat indonesia . padahal
pada kenyataan mereka adalah wakil rakyat yang secara kredibilitas sudah
menjadi opini masyrakat untuk leadernya di senayan . tapi ini adalah masalah
mengalahkan diri sendiri dan keusikan hati yang membuat tidak konsistensinya
wakil rakyat di DPR . triliunan rupiah sepertinya buat mereka adalah sejuta
impian untuk mengelola kehidupan mereka yang lebih modern , apakah mereka tidak
melihat dari sisi lain masyarakat indonesia , kita lihat saja seperti di daerah
tertinggal yang didalamnya masih banyak kekurangan yang terjadi , seperti
kemiskinan , pengangguran dan lain lain . apakah mereka tidak berfikir membuang
uang rakyat demi kebahagiaannya sendiri , apakah mereka tidak mempunyai mindset
dalam memajukan kesejahteraan rakyat padahal visi dan misi yang mereka tuangkan
depan rakyat adalah omong kosong . apakah itu yang menjadi senjata mereka untuk
masuk dalam jajaran anggota DPR . sekarang bukan saatnya kita sebagai rakyat
yang hanya bisa melihat dan menunggu vonis dari hakim untuk koruptor , sudah
waktunya untuk menyampaikan aspirasi kita untuk memberikan solusi terbaik bagi
bangsa ini yaitu “hukuman gantung” , memang secara harifah itu sangat sadis dan
kejam bagi manusia tapi jika kita melihat dalam perspektif nya bangsa ini tidak
perlu mengikuti segala sistem yang ada di indonesia , apalagi kesalahan yang
terjadi memang sangat berdampak banyak bagi bangsa ini , dimulai dari
infrastruktur yang tertunda, terlantarnya program pro rakyat , merugikan
ekonomi negara dan tentu meresahkan masyrakat miskin di indonesia . kalau kita
melihat hukuman yang lain termasuk memiskinkan koruptor memang itu sangat
efektif , tapi efektifitas lebih
diutamakan dalam hal ini termasuk hukuman gantung , memang itu semua perlu
pertimbangan dari lembaga terkait tapi inilah suara rakyat dan efek jera bagi
koruptor agar indonesia bebas dari pelaku korupsi yang sudah menghancurkan
ekonomi negara ini .
Indonesia memang dalam
masalah yuridis efek yang terjadi pada pelaku korupsi adalah hukuman penjara ,
itupun dari sumber referensi yang saya dapatkan pelaku masih mendapat gaji dari
negara , padahal mereka sudah merugikan negara tapi negara masih memberikan
gaji pada pelaku korupsi . kita lihat saja seperti contoh realita yang terjadi
yaitu angelina sondakh , kalian juga pasti tahu berapa nominal yang sudah ia
dapatkan demi kebahagiaan dirinya sendiri dan sikap tidak bersalah kepada hakim
pengadilan beserta rakyat indonesia . sangat tidak relevan bila kita bisa
melihat kebelakang dia adalah pelaku iklan partai demokrat yang dalam temanya “
katakan tidak pada korupsi “ beliau menyebutkan “TIDAK” pada iklan tersebut .
sangat tegas dan konsistennya beliau disaat itu , tapi setelah beberapa masa
yang telah ia jalani sebagai anggota DPR akhirnya dia melakukan suatu perbuatan
tidak etis kepada bangsa ini . kekecewaan rakyat kepada wakil rakyat yang
dipercaya sebagai wakil aspirasi mereka untuk kesejahteraan masyrakat tapi pada
akhirnya sangat bertindak merugikan .
Dari negara lain yang
bisa kita ambil contohnya adalah China , negara tersebut memang memiliki sistem
pemerintahan liberal , yang dalam sistematika hukumnya sangat mempriotaskan
hukuman gantung bagi koruptor yang sudah merugikan negri tirai bambu tersebut .
jika kita bisa melihat dalam panorama di indonesia , tentu secara keseluruhan
kita belum mendengar dari ucapan mereka atas permintaan maaf bagi rakyat
indonesia . belum ada niat hati dan tulus kepada rakyat atas perbuatannya
tersebut , malah mereka hanya membela diri mereka didepan meja pengadilan
padahal sudah pada kenyataannya bersalah atas tindakan tersebut .
Ini adalah aspirasi
saya sebagai masyrakat indonesia , hak sebagai masyarakat indonesia adalah
menyampaikan dan menyalurkan opini kepada wakil mereka di DPR , mungkin
masyrakat lainnya juga berfikiran sama seperti saya , mungkin hukuman gantung
masih menjadi pro dan kontra di instansi terkait . tapi sebagai negara yang
demokrasi hukuman gantung bisa menjadi opsi yang efektif demi menghapus
koruptor di indonesia .
Kamis, 21 November 2013
Maju bersama Jakarta
Melihat sebuah
pandangan khusus dalam mengaplikasikan sebuah kota yang tentunya menjadi
sorotan dunia dalam pusat dari seluruh pergerakan di bidang-bidang yang lain
seperti bidang ekonomi, politik, budaya dan masih banyak lagi.
Jakarta seperti halnya
puzzle yang terus memenuhi kebutuhan yang lebih kompleks agar menjadi kesatuan
yang utuh tapi tentunya banyak indikasi yang selalu menjadi sorotan tentu sangat memprihatinkan masyarakat
jakarta seperti halnya bencana banjir , penggusuran lahan , penyimpangan sosial
dan tentu masih banyak PR yang terus dihadapi oleh pemerintahan jakarta
sekarang , tapi dalam hal fundamental yang harus dibenahi dahulu adalah
memberikan penyuluhan serta membiasakan akhlak masyarakat jakarta yang sudah sangat
tidak etis bila dilihat dari elemen masyarakat ke bawah , bila kita melihat
dalam statistik hampir elemen masyarakat kebawah yang banyak memberikan dampak
negatif kepada ibu kota termasuk membuang sampah kesungai , dan mendirikan
lahan sembarang di area yang seharusnya tidak boleh mendapat izin . dari sana
banyak yang bisa dievaluasi lebih lanjut pleh pemerintahan jakarta dalam
menyikapi hal tersebut seperti penambahan tempat sampah yang harus ditaruh di
pinggiran sungai agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan serta petugas
lingkungan yang harus terus patroli dipinggiran sungai agar selalu mengawasi
setiap elemen masyarakat yang membuang sampah sembarangan . seperti sumber yang
saya lihat di acara televisi yang dikatakan masyarakat yang tinggal di
pinggiran sungai yang mengatakan “ disini kita sering membuang sampah kesungai
karena tidak ada kesediaan tempat sampah dilingkungan mereka .” bila ini
menjadi bahan analisa lebih lanjut tentu pemerintahan bisa membuat kebijakan
lebih lanjut dan menambah kesediaan tempat sampah diarea pinggiran sungai .
Ibu kota memang sudah
menjadi sorotan ekonomi bagi masyarakat elemen ke bawah yang mencari
peruntungan dalam mencari pekerjaan yang sesuai dengan mereka tapi jika tidak
ada strategi dan pendidikan tentu kita akan sering melihat dikota jakarta
seperi pengemis , anak jalanan , dan lain-lain. Inilah seharusnya menjadi
catatan untuk pemerintah dalam memerangi dan mewujudkan jakarta yang maju dan
kota yang berbudaya . semua itu tidak bisa dilakukan secara individu dalam
merealisasikan kemajuan kota jakarta di mata dunia .
Kita lihat saja seperti
ibu kota negara lain seperti kuala lumpur (malaysia) , bangkok (thailand) yang
tentu dalam pengelolaan kota sangat efektif dan sangat efisien demi terbentuknya
kota yang yang menjadi destinasi para turis . dan juga para masyrakatnya yang
mentaati peraturan serta tidak melakukan pelanggaran yang sangat merugikan kota
, karena mereka sadar akan kota yang mereka impikan . secara radikal memang
butuh waktu yang perlu dinormalisasi lagi keadaan sekarang , karena di era
sekarang kepadatan penduduk di jakarta sangat besar , itu yang memungkinkan
harus disiapkan beberapa kebijakan dalam meregulasi setiap opsi yang akan
ditempuh .
Dan yang baru sekarang
adalah bencana banjir yang sedang melanda jakarta , bagaimana tradisi itu masih
dipertahankan sampai sekarang karena masih sulitnya mencari solusi untuk daerah
yang sering terkena banjir . banyak dari solusi yang diambil dari kejadian
tersebut seperti sistem drainase air , air sumur resapan , serta penggerukan
sungai . hal itu memang efektif tapi tinggal menunggu efektifitasnya saja ,
karena biasanya dinamika yang terjadi sekarang banyak pelanggaran yang membuang
sampah kesungai , itu yang menjadi perhatian khusus bagi pemerintah seperti
memberikan denda kepada siapapun yang membuang sampah ke sungai serta
menyiapkan petugas untuk menjaga sungai disetiap titik-titik yang banyak
membuang sampah . tentu ini harus segera direalisasikan demi terciptanya
jakarta yang bersih dan bebas dari banjir , tinggal bagaimana masyarakatnya
sendiri yang meregulasi dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang berakhlak
karena ini seperti artikel saya yang berjudul “ merubah karakter jakarta yang
lebih baik “ di situ disebutkan ada beberapa option untuk bisa menjadi pribadi
yang lebih baik demi terciptanya karakter jakarta . semoga jakarta akan terus
mengalami kemajuan dibidang apapun termasuk disetiap problematika yang ada di kota
metropolis ini . dan juga harapannya kepada masyarakat jakarta semoga menjadi
individu yang mulia dan memiliki rasa peduli kepada kota ini , karena kalau
bukan pemerintah siapa lagi yang ikut mengamalkan dan memajukan kota ini , kita
sendiri sebagai masyrakat untuk ikut bersama pemerintah memajukan kota ini
bersama .
Merubah karakter Jakarta yang lebih baik
Jakarta adalah bagian
dari kota metropolis didunia kemudian menjadikan ibu kota ini sebagai pusat
dari segalanya dimulai dari pusat bisnis , industri , maupun pusat bagi para
urban untuk memperbaiki ekonominya tapi dari segala keindahan dan keramahan jakarta
masih ada keresahan dan keluhan dari masyrakatnya karna berbagai indikasi yang
sudah meramaikan topik di media cetak sampai menjadi bahan perbincangan dimedia
televisi , dari keseluruhan yang dianalisa banyak yang mengharapkan agar
Jakarta bebas dari macet , bebas dari banjir tapi itu semua tidak mudah
direalisasikan dengan membalikan telapak tangan saja tapi perlunya peran dari pemerintah dan
masyarakat agar sama sama bergotong royong untuk kota ini demi jakarta yang
mempunyai karakter terbaiknya. Demi mewujudkan karakter terbaik itu perlu
dirancang tiga dasar komponen dalam membangun kota yang lebih baik , yaitu :
a.
Mensosialisasikan bersama tentang
rancangan pemerintah pada masyarakat secara bertahap
b.
Membenahi dan merealisasi sektor
management pemerintahan dki jakarta
c.
Mengedukasikan pendidikan akhlak kepada
anak-anak di jakarta yang kurang mampu dan mempertegas setiap kebijaksanaan
pemerintah dalam pelanggaran masyarakat di publik kota.
Jika dari 3 sektor dasar sudah terpenuhi secara
optimal maka pemerintah bisa memberikan solusi selanjutnya dalam membenahi
setiap permasalahan yang ada di kota metropolitan , karena ini harus sudah
ditanam sejak mereka duduk dibangku SD agar dikemudian hari mereka bisa
mengamalkan akhlak mulia mereka kepada jakarta dan bisa menjadi generasi emas
bagi jakarta dimasa depan , bukankah kita sudah melihat tiap hari setiap pulang
kampus , kerja atau main pasti disudut kota sering melihat anak-anak jalanan
ngamen , ngemis serta para pedangan yang mengambil hak penggunan jalan tentu
itu sangat membuat masyarakat tidak nyaman dengan suasana tersebut . hal ini
harus secara bertahap bisa dilakukan proses kebijakasanaan pemerintahan Dki
kepada problematika tersebut dari mulai masalah kecil sampai halnya masalah
yang sangat besar dan juga kita sebagai warga Dki jakarta tentu tidak boleh
diam saja melihat panorama masalah tersebut , kita pun mesti membantu dan
mengikuti setiap regulasi yang ada dijakarta, jika kita bisa mengoptimalkan
proses tersebut maka hal yang sebesar apapun pasti bisa memberikan kontribusi
bagi kota tercinta ini .
Dan juga saya menyayangkan sikap masyrakat pinggir
sungai yang pada aktifitasnya sering membuang sampah sembarangan , padahal
impact yang diberikan kepada mereka juga sangat merugikan ketika musim hujan
datang . mereka seharusnya bisa mandiri dan mempunyai konsep tersendiri
dilingikungan mereka dengan bekerja sama dengan masyarakat lainnya untuk
membentuk management khusus menangani dan mengawasi masalah tersebut demi
terciptanya jakarta yang bersih dan modern .
Sementara dalam masalah lain termasuk macet yang
sangat tidak efektif lagi dikota jakarta karna perbandingan kuantitas antara
lebar jalan dengan volume kendaraan pribadi mapun transportasi publik .
berbagai kebijakan pun datang dari pemerintah Dki seperti pengaturan plat nomor
, three in one dan yang terakhir penambahan amunisi transportasi busway untuk
jakarta . bila dilihat pada perspektifnya masih banyak indikasi yang menyebakan
3 solusi tersebut tidak efektif karena tidak konsistensinya pemerintah dki
dengan polri dalam menangani hal tersebut . dan juga masalah fasilitas dari
halte yang tentu berubah fungsi menjadi pangkalan ojek , lapak pedagang kaki
lima , dan masih banyak lagi perubahan fungsi hal tersebut . memang dalam hal
yang sudah tidak rasional lagi kita mesti menyadari bahwa sebenarnya probematika
yang terjadi sekarang adalah masalah di diri kita sendiri , bagaimana
membiasakan sikap dan prilaku kita dalam mensukseskan program pemerintah yang
harus bebas macet di tahun 2016 .dari mulai pelebaran jalan , sterilisasi
penggunaan jalur busway , pembebasan hak pengguna jalan ditrotoar itu yang
sedang di gencarkan pemerintah dki untuk menormalisasi jakarta yang lebih baik
dan mempunyai advance (kemajuan) di penanganan tersebut .
Kesimpulan
:
Dari
kesuluruhan masalah yang sudah terjadi dan bahkan sudah menjadi kultur
dipanorama sehari hari jakarta tentu ada solusi dari pemerintah dan masyarkat
itu sendiri , mempunyai sikap baik dalam beretika demi terciptanya estetika di
jakarta . memang setiap penanganan pemerintah efektif dalam prakteknya
dilapangan tapi tidak efisiennya setiap personal atau management yang tidak
konsistensi dalam penanganannya dimuka publik . dari itu maka harus segera diselesaikan
sampai hal yang radikal dari mulai besar kecilnya masalah itu harus segera
direalisasikan agar efektivitas pun bisa diselesaikan secara progresif.
Langganan:
Postingan (Atom)










